Tuesday, August 16, 2022
HomeKonflik dan PerdamaianNot In Our Name: Gerakan Yang Rendah Hati

Not In Our Name: Gerakan Yang Rendah Hati

Our grief is not a cry for war
–Not In Our Name–

Tanggal 11 September 2001 merupakan hari yang sulit untuk dilupakan. Kalaupun ada seseorang yang melupakan tanggal itu, tentunya ia tidak akan lupa peristiwa runtuhnya menara World Trade Centre, New York. Serangkaian kejadian kemudian muncul sebagai akibat tragedi ini: tangisan keluarga korban dan seluruh warga Amerika, pernyataan perang terhadap terorisme oleh Amerika dan negara-negara lainnya, Osama bin Laden yang dinyatakan harus bertanggung jawab terhadap tragedi tersebut dan yang paling kontroversial —penyerbuan Amerika ke Afghanistan dan Irak. Banyak komunitas yang tidak setuju terhadap keputusan pemerintah Amerika Serikat yang terakhir ini.

Kemudian pada tanggal 7 Maret 2002 sebuah surat undangan diedarkan kepada seluruh warga Amerika. Surat itu mengajak setiap orang dari berbagai kalangan untuk berkumpul dan membicarakan tindak lanjut terhadap keputusan pemerintah untuk menyerang Afghanistan. Pertemuan tersebut diadakan di Gereja Santa Maria di Harlem, New York pada bulan Maret 2002. Berbagai individu dari organisasi, latar belakang, komunitas dan pandangan politik yang berbeda-beda berkumpul untuk membicarakan langkah apa yang dapat diambil untuk membangun perlawanan terhadap keputusan Amerika untuk ‘berperang melawan terorisme’. Hasil dari pertemuan itu adalah dua dokumen penting, yaitu Sumpah untuk Perlawanan (Pledge of Resistance) dan Pernyataan Suara Hati (Statement of Conscience).

Sumpah untuk Perlawanan berisi ketidaksetujuan para peserta pertemuan terhadap keputusan pemerintah Amerika untuk berperang. Dalam sumpah tersebut juga berisi tekad para peserta untuk melawan, beraliansi dengan mereka yang telah menjadi korban dari keputusan Amerika tersebut serta mereka yang didiskriminasi karena etnis atau agama mereka, dan yang paling penting, mereka bertekad untuk mewujudkan dunia yang lain: dunia dengan kebebasan, perdamaian dan keadilan. Sedangkan Pernyataan Suara Hati lebih berupa surat protes yang menolak keputusan Amerika untuk menyerang Afganistan. Di dalam surat itu kita diingatkan kembali bahwa setiap warga berhak untuk mengkritisi dan menentukan nasib mereka sendiri tanpa tekanan apa pun dari pemerintahnya. Melalui pernyataan ini mereka mengajak setiap orang untuk menentang keputusan pemerintah Amerika dan mendukung setiap pengkritisan serta tindakan protes terhadap keputusan tersebut. Pernyataan ini kemudian ditandatangani oleh banyak orang sebagai bukti dukungan dan komitmen mereka untuk menentang perang. Dari sinilah kemudian muncul sebuah komunitas yang bernama Not In Our Name.

Setelah Tragedi 11 September 2001, Amerika Serikat memastikan bahwa siapa saja yang berada di belakang tindakan tersebut harus membayarnya. Ketika teroris muslim dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab, pemerintah Amerika Serikat langsung menyatakan perang terhadap terorisme yang kemudian dikonkritkan menjadi penyerbuan terhadap Afganistan dan Irak. Semua tindakan tersebut dilakukan atas nama seluruh warga Amerika Serikat. Suara seluruh warga Amerika Serikat seakan-akan telah menjadi satu, suara yang diwakili oleh pemerintah Amerika, suara yang menyatakan perang sebagai satu-satunya jalan untuk ‘membayar’ tragedi 11 September, suara yang tidak melihat kemungkinan lain selain perang. Not In Our Name berusaha untuk membuat suara-suara lain yang tidak terdengar menjadi sebuah teriakan keras yang menentang perang. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki hak untuk bicara, mengkritisi dan menentukan kehidupannya sendiri, bukan ditentukan oleh pemerintah.

Misi Not In Our Name adalah untuk membangun, memperkuat dan memperluas perlawanan untuk menghentikan seluruh tindakan perang dan represi pemerintah Amerika Serikat yang mengatas namakan ‘perang terhadap terorisme’. Ada tiga hal yang mereka kategorikan sebagai tindakan perang dan represi pemerintah. Pertama, perang terhadap dunia; Amerika Serikat melaksanakan perang terhadap negara-negara yang mereka inginkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Kedua, detensi, deportasi dan pengumpulan para imigran. Pemerintahan Amerika Serikat telah melucuti hak-hak para imigran, terutama warga Arab, muslim dan Asia Selatan. Dengan berbagai peraturan dan keputusan yang dikeluarkan, pemerintah Amerika Serikat mengingatkan kita akan tirani, padahal seharusnya mereka mewujudkan prinsip liberalisme yang selama ini dianut. Ketiga, pembatasan oleh kepolisian negara. Pemerintah Amerika Serikat telah menciptakan suatu bentuk tindakan represif yang baru. Dengan membentuk U.S PATRIOT dan Homeland Security Acts (Keputusan Pengamanan Tanah air) mereka menciptakan rasa takut dan membungkam pendapat yang berbeda.

Bentuk gerakan mereka dapat dikatakan cukup sederhana, meskipun tidak mudah. Melalui situs yang mereka buat, mereka telah membangun jaringan yang cukup luas untuk mendukung aksi menentang perang. Selain itu, melalui situs tersebut para pengunjung diingatkan bahwa penyerangan terhadap beberapa negara oleh Amerika sebagai bentuk pembalasan mereka terhadap Tragedi 11 September tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, tindakan tersebut akan memakan lebih banyak korban lagi daripada tragedi itu sendiri. Selain situs, aksi-aksi demonstrasi merupakan kegiatan yang sering mereka lakukan di berbagai negara bagian Amerika. Bentuk kampanye lainnya yang cukup unik adalah melalui seni. Misalnya saja, Sumpah Untuk Perlawanan digubah menjadi sebuah lagu yang bisa didownload dengan gratis melalui situs mereka. Banyak juga lagu-lagu kampanye anti perang lain yang terdapat di situs mereka. Tidak hanya lagu, berbagai gambar dan logo juga bisa didownload gratis dan dapat digunakan sebagai media untuk menyebarkan kampanye anti perang. Logo Not In Our Name sendiri adalah bola dunia yang melambangkan solidaritas manusia di seluruh dunia. Dalam situs mereka, dianjurkan agar para pembaca menyebarkan logo ini sehingga solidaritas tersebut dapat terwujud.

Not In Our Name tidak menyebut diri mereka sebagai suatu organisasi juga tidak pernah menyinggung nama-nama pendirinya. Semua hanya berawal dari sebuah surat undangan untuk pertemuan di gereja Santa Maria. Mereka tidak menekankan siapa atau apa Not In Our Name itu. Apa yang mereka tekankan adalah penyebarluasan kampanye untuk menentang perang, penyadaran bahwa setiap orang berhak mengkritisi dan bahkan menentang keputusan yang diambil oleh pemerintah mereka, serta membangun solidaritas gerakan di seluruh dunia. Suatu gerakan yang rendah hati, bukan?

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular